Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Bangkit

Kalimat yang begitu akrab ditelinga kita. Bangkit..satu kalimat yang akan diucapkan saat
dalam satu keadaan seseorang terjatuh. Makna kata bangkit nampaknya hanya bisa disetarakan dengan satu makhluk hidup. Bangkit dapat diartikan bangun dari jatuh, berdiri kembali ataupun maju lagi dari satu kejatuhan.
Atau bangkit lebih mengingatkan saya akan satu kue kering khas daerah Sumatra, yah namanya Kue [...]

Read Full Post »

Dari awal dunia ini diciptakan, sosok seorang Pria selalu saja menjadi dominan. Dimulai dari cerita Hawa yang menggoda anak adam dengan apelnya, sampai cerita bahwa seorang wanita pun diciptakan dari tulang rusuk Pria…Belum lagi lagu “…wanita dijajah Pria sejak dulu…”.
Gileee beneerrrr….Pria sudah menjelma menjadi sosok yang karismatik dan sangat perkasa. Tidak ada satu [...]

Read Full Post »

Be El Te

Suatu ketika di satu sudut kafe di pojokan trotoar jalan, Nampak sedang duduk seorang eksekutif muda. Dari penampilannya ketahuan pastilah dia tipikal eksekutif yang berhasil. Laptop keluaran terbaru terpampang di hadapannya. Dengan cekatan jari-jari tangannya yang dibalut arloji mahal buatan swiss, memainkan mousenya.
Sangat serius dia dengan aktivitasnya itu. Seketika datang menghampiri sosok anak kecil laki-laki [...]

Read Full Post »

Terimakasih…

Kata yang begitu lekat dikeseharian kita.  Kata yang sedari kita balita sudah mulai diajarkan. Kata yang dulu sangat populer untuk diucapkan mewakili ungkapan akan rasa yang tak ternilai.
Hanya saja sekarang kata “terimakasih” sudah semakin kehilangan makna sesungguhnya. Saya berberapa hari lalu juga mendapatkan ucapan terimakasih dari seorang penjual majalah di emperan. Sementara seorang teman baru [...]

Read Full Post »

Nurani

Kejadian belakangan ini membuat saya mempertanyakan “arti dari sebuah NURANI”.
Saat kita melihat betapa macet dan tidak teraturnya lalu lintas di kota jakarta. dan kalau kita jeli ternyata semua itu
bermula dari sikap saling serobot dan tidak mau mengalah. belum lagi perilaku dari pengguna alat transportasi
massal yang juga menyetop kendaraan dgn seenaknya.
Semua berujung pada satu tujuan agar sempat sampai dan cepat menyelesaikan pekerjaannya.
Belum lagi perilaku berberapa pengemis di lampu merah, yang akan marah  bila tidak diberi. seakan-akan sdh
merupakan kewajiban kita ”yang bermobil”ini utk memberikan sedekah, mungkin kita dianggap berpunya??.
Saya hanya merenung apakah saya sdh tidak punya nurani lagi saat saya ngotot tidak mau memberi jalan kpd
orang yang dgn seenaknya menyerobot jalan. Apakah nurani saya sudah beku, sehingga tdk lagi memberi sedekah
kepada pengemis yang jelas-jelas masig sangat-sangat sehat dan waras??.
Atau sebaliknya, saat saya memberikan apa yg mereka tuntut,apakah berarti saya manusia yang ber”nurani”??
sehingga saya harus memaklumi bahwa saat ada yang menyerobot jalan itu adalah orang yang punya kepentingan
yang jauh lebih ”PENTING” dari ke”PENTING”an saya dan ribuan orang lainnya???
Saya harus memaklumi bahwa sedekah itu tidak hanya milik orang yang lemah dan uzur saja?
Saya harus maklum bahwa di tengah kesulitan mencari lapangan pekerjaan, sah-sah saja bila orang harus
mengetuk belas kasihan dari orang lain.
Nampaknya saya yang sudah tergerus oleh jaman, sehingga tidak lagi tahu kalau tangan diatas(atau dimana saja…)lebih mulia(atau malahan
tidak tahu diri…) daripada tangan dibawah…????
Saya sudah kehilangan parameter Nurani …saya kehilangan guidelines ttg nurani….

Read Full Post »

Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber [...]

Read Full Post »

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.
Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia.
Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.
Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai [...]

Read Full Post »

Menuai Cinta

Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang batur (baca: hamba sahaya) yang sangat lugu – begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.
Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih hutang para penduduk di sana. “Hutang mereka sudah jatuh tempo,” kata sang tuan. “Baik, Tuan,” sahut [...]

Read Full Post »

Hati yg Indah

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan [...]

Read Full Post »

Aku Menunggu MU…

Pada minggu ini Conrad, pembuat sepatu, bangun sangat awal, membersihkan tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang tamu khusus : Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan datang padanya dalam suatu mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan datang bertamu besok.
Jadi Conrad duduk [...]

Read Full Post »

Older Posts »